Wednesday, April 28, 2010

STRATEGI SUKSES DONALD TRUMP CINTA DAN STANDAR YANG TINGGI

Siapa pun mengakui Donald J Trump adalah sosok pebisnis yang supersukses.hmmmmm……kalau dia bisa,kita juga bisa..berikut nukilan rahasianya, dari buku Trump 101, The Way to Success.

Ayo Wujudkan
Coba fokus pada apa yang seharusnya anda pikirkan saat ini.
- perhatikan apa yang anda suka lakukan di waktu senggang. Bidang apa yang anda bersemangat untuk mempelajarinya tanpa bosan? Apa yang anda impikan dan pikirkan, apa yang anda suka kerjakan? Apa yang bikin anda bahagia? Kegiataan apa yang yang bikin waktu serasa cepat berlalu?
- Jangan mengejar karier, semata-mata hanya karena menurut orang lain karier itu bagus untuk anda. Mungkin akan lebih baik, jika anda mengerjakan pekerjaan yang anda sukai(meski penghasilannya [ada awalnya kecil). Dan jika anda wirausahawan seperti saya, pekerjaan itu mungkin bisa menghasilkan lebih banyak uang.
- Selidiki, apakah hal yang anda sukai itu bisa berubah menjadi sumber penghasilan? Belajarlah dari orang-orang yang bisa menghasilkan uang yang dari bidang yang anda sukai. Apakah anda bisa bikin variasi dari apa yang biasa mereka kerjakan, dan membuat seuatu yang baru?sudahkah anda menguasai ilmu mereka?
- Jangan merintis karier hanya karena uang atau untuk menyenangkan orang lain, terutama jika bidang yang anda jalani itu tidak anda sukai. Cepat atau lambat, uang tidak akan bisa mengganti ongkos mahal dari hidup yang kurang bergairah.



Ayo Wujudkan
Dalam mengerjakan apapun, manfaatkan waktu untuk berkonsentrasi penuh. Namun, pikiran tetap terbuka untuk ide-ide atau masukan baru. Tetaplah fleksibel, tidak terlalu terpaku dengan harapan-harapan awal, kalau selama proses pengerjaan bisa membuatnya lebih baik lagi.
-Cari tahu siapa dan apa yang terbaik dalam bidang anda. cari tahu siapa para trendsetter, pemimipin, atau orang yang berwenang dibidang itu. Kenapa sih mereka bisa jadi yang terbaik? Pelajari standar kerja yang mereka capai.
-Cari tahu apa yang anda harus pelajari, agar bisa menjadi yang terbaik di bidang itu. Anda mungkin perlu ikut kursus, belajar pada orang tertentu. Anda perlu waktu unuk belajar.
-Cari ide-ide bagus di luar area yang anda kuasai. Carilah inovasi, pendekatan baru, atau cara kerja baru yang mungkin bisa anda pakai di bidang anda.
-Dalam setiap bidang anda, tanyakan pada diri sendiri, “bagaimana saya bisa membuatnya menjadi lebih baik, bagaimana agar performa kerja saya menjadi lebih kuat? Kemudian,lakukan.”

Lebih besar, lebih baik.
Saya ingin mencapai bintang. Jadi saya ingin proyek-proyek saya juga seperti itu. Jangan membatasi diri. Berpikirlah dengan apa yang saya sebut ‘ skala trump ‘ dan buatlah keinginan yang sifatnya ‘besar’.
Singkatnya : Jika anda akan berpikir, maka berpikirlah dalam skala besar!!! Jika anda berpikir kecil, sementara sebetulnya bisa berpikir besar, maka anda membatasi diri sendiri. Manusia sebetulnya bisa melakukan banyak hal-hal besar, tapi itu tidak akan terjadi kalau kita tidak membayangkan diri kita bisa melakukan hal-hal besar.
Mulailah dari pola pikir anda sendiri.

Mulai dengan hal kecil
Mulailah dengan langkah kecil. Manusia secara alami memang suka tantangan. Lama-lama kita akan membuat kemajuan yang lebih berarti.
Yang penting, pikirkan tujuan anda, dan tentukan langkah-langkah untuk mencapainya:
• Apaka anda mempunyai impian besar?
• Apa yang membatasi atau mengekang anda ?
• Bagaimana anda bisa mengembangkan visi masa depan anda?

Agar bisa melangkah dengan lebih cepat,berkonsentrasilah ke masa depan. Belajarlah dari masa lalu, dan jangan terpaku disana karena akan buang waktu. Jangan berfokus pada masalah lama, tapi lebih pada solusi agar anda bisa mencapai tujuan masa kini dan masa depan.
Menurut Einstein, imajinasi lebih penting daripada pengetahuan. Masuk akal juga. Tanpa imajinasi dan kemampuan berpikir besar, pengetahuan saja tidak akan membuat anda sukses.
Pengetahuan adalah fondasi. Gabungkanlah imajinasi serta pengetahuan maka anda akan bisa berpikir besar.
Ayo Wujudkan
Anda bisa mengatur pola pikir agar lebih ekspansif, supaya ide-ide anda menjadi lebih besar, lebih berani dan lebih mengasyikan.
*sebelum mulai bergerak, saat proyek anda masih dalam tataran ide, bayangkan cara-cara untuk membuatnya meningkat dari segi ukuran, skala, atau cakupan wilayah. Jangan khawatir jika tampaknya itu mustahil atau sulit dikerjakan.
*pikirkan apakah ide-ide anda itu bisa dicapai, dan bagaimana caranya? Pikirkan halangan-halangannya.
*pikirkan bagaimana cara mengatasi halangan itu, dan harga yang harus dibayar. Contohnya, haruskah anda mencari partner untuk berbagi modal, resiko, dan juga pendapatan? Haruskah mencari pekerja, menyewa parkar, jika anda kurang memiliki ilmu di bidang tertentu? Harga yang harus anda bayar mungkin besar, tapi anda juga akan mendapatkan lebih.
*jika sekarang ‘ belum waktunya’ menjalankan cita-cita besar anda itu, modalnya terlalu gede, atau halangannya terlalu besar, maka lakukan saja langkah kecil. Apa yang kira-kira bisa anda lakukan sekarang untuk mencapainya?

Simpanlah rencana besar anda itu, karena apa yang anda belum bisa kerjakan saat ini, mungkin akan anda kerjakan dengan mudah di masa depan (berkat langkah-langkah kecil yang anda ambil sekarang).

Penjelasan Singkat Asperger

Gangguan Asperger berasal dari nama Hans Asperger, seorang dokter spesialis anak asal kota Wina, Austria. Pada tahun 1940, Asperger ialah orang pertama yang menggambarkan pola perilaku khusus pada pasien-pasiennya, terutama pasien laki-laki.
Asperger memperhatikan, meskipun anak laki-laki tersebut memiliki tingkat intelegensia yang normal serta kemampuan bahasa yang baik, namun mereka memiliki kekurangan dalam kemampuan bersosialisasi. Umumnya mereka tidak mampu berkomunikasi secara efektif serta kemampuan koordinasi yang kurang baik.
Sindrom asperger banyak disebut sebagai varian dari autisme yang lebih ringan. Para ahli mengatakan, pada penderita sindrom asperger memiliki kondisi struktural otak secara keseluruhan lebih baik dibandingkan pada penderita autisme.
Menurut Clinical Assistant Professor of Pediatrics Jefferson Medical College Philadelphia, Susan B. Stine, MD karakter dari anak-anak yang mengalami sindrom asperger ialah kurangnya kemampuan berinteraksi sosial, pola bicara yang tidak biasa dan tingkah laku khusus lainnya.
Kemudian, anak-anak dengan sindrom asperger biasanya sangat sulit untuk menampilkan ekspresi di wajahnya serta sulit untuk membaca bahasa tubuh pada orang lain.
“Mereka kemungkinan juga merasa nyaman dengan rutinitas tertentu yang harus dilakukan setiap hari serta sensitif terhadap stimulasi sensori tertentu, misalnya mereka akan tertanggu oleh nyala lampu redup yang mungkin tidak diperhatikan oleh orang lain. Bisa saja mereka menutup kuping agar tidak dapat mendengarkan suara di sekitarnya atau mereka mungkin lebih memilih pakaian dari bahan-bahan tertentu saja,” jelas Stine.
Selain itu, tambah Stine, ciri dari anak yang mengalami sindrom asperger adalah terlambatnya kemampuan motorik, ceroboh, minat yang terbatas dan perhatian berlebihan terhadap kegiatan tertentu.
Hal senada diungkapkan oleh dokter spesialis anak konsultan Neurologi, dr Hardiono D Pusponegoro, Sp.A(K). Dia memaparkan, sindroma asperger adalah gangguan perkembangan dengan gejala berupa gangguan dalam bersosialisasi, sulit menerima perubahan, suka melakukan hal yang sama berulang-ulang, serta terobsesi dan sibuk sendiri dengan aktivitas yang menarik perhatian.
“Umumnya, tingkat kecerdasan si kecil baik atau bahkan lebih tinggi dari anak normal. Selain itu, biasanya ia tidak mengalami keterlambatan bicara,” kata Hardiono.
Jika dilihat secara sekilas, lanjutnya, anak tersebut tidak berbeda dengan anak yang pintar dan kreatif. Hanya saja, anak tersebut biasanya memiliki satu minat tertentu saja untuk dikerjakannya.
Memang secara keseluruhan anak-anak yang mengalami gangguan sindrom asperger mampu melakukan kegiatan sehari-hari, namun terlihat sebagai pribadi yang kurang bersosialisasi sehingga sering dinilai sebagai pribadi eksentrik oleh orang lain.
Menurut Stine, jika penderita sindrom asperger beranjak dewasa, biasanya mereka akan merasa kesulitan untuk mengungkapkan empati kepada orang lain serta tetap kesulitan untuk berinteraksi dengan orang lain.
“Pada ahli mengatakan bahwa penderita sindrom asperger biasanya akan menetap seumur hidup. Namun, gejala tersebut dapat dikurangi dan diperbaiki dalam kurun waktu tertentu terutama deteksi dini sindrom asperger akan sangat membantu,” pungkasnya.
Gangguan sindrom asperger pada umumnya akan terus mengikuti perkembangan usia seseorang. Meski tidak membahayakan jiwa, namun gangguan itu bisa membuat anak takut berada di keramaian dan membuat anak depresi.
Ciri yang menonjol pada anak asperger adalah mereka tidak bisa membaca kode-kode atau ekspresi wajah seseorang. Karena ketidakmampuannya itu, anak asperger dijauhi teman-temannya.
“Biasanya mereka jadi anak yang antisosial, sulit berinteraksi dengan orang lain,” kata Hardiono.
Ketika anak asperger tidak mempunyai teman, lalu tidak tahu harus bersikap bagaimana untuk menghadapi sebuah situasi, dia akan merasa putus asa dan akhirnya depresi.
Sesuai dengan perkembangan otak, kalau kelainan itu diketahui lebih dini, maka bisa distimulasi atau diberi obat agar berkembang ke arah yang baik.
Namun, kalau sudah terlambat deteksinya, yaitu sudah berusia lima atau enam tahun, maka sulit penanganannya karena perkembangan otak sudah berhenti. Pada umur lima tahun, bagian otak yang disebut sinaps-sambungan antar saraf di mana bahan kimia serotonin bekerja-akan berhenti.
Kini teknik-teknik terapi sudah jauh lebih maju dan fasilitas sudah banyak. Hardiono menuturkan, salah satu terapi yang bisa dilakukan adalah dengan mengajak si anak bermain. Stimulasi ini diketahui memperbaiki sinaps dan meningkatkan kadar serotonin.
Menurut Hardiono, anak asperger masih bisa diterapi, terutama dalam hal kemampuan bersosialisasi. Pasalnya, kemampuan mereka bersosialisasi sangat kurang.
“Cara terapi yang paling baik adalah mengajarkan anak bagaimana berinteraksi dengan orang lain. Terapi dalam bentuk peer group akan lebih baik lagi,” paparnya.
Anak asperger biasanya memiliki kecerdasan yang tinggi, maka orangtua akan dengan mudah mengajarkan emosi sosial. Misalnya, mengajarkan bagaimana harus bersikap jika menghadapi situasi tertentu.
R. Kaan Ozbayrak,MD, Assistant Professor of Psychiatry University of Massachusetts Medical School menambahkan, beberapa hal lain yang dapat dilakukan untuk membantu anak-anak penderita sindrom asperger. Terapi atau pengobatan yang dilakukan juga harus disesuaikan.
Secara umum Ozbayrak mengatakan, anak-anak penderita sindrom asperger akan banyak terbantu oleh orangtua yang memahami dan mampu membantunya. Kemudian, mereka juga membutuhkan pendidikan yang diperuntukan khusus bagi kebutuhannya. Selain itu, anak memerlukan latihan kemampuan untuk bersosialisasi serta terapi wicara.
“Terapi sensori integrasi juga dapat berguna bagi anak-anak yang masih kecil untuk meminimalisir kondisinya yang terlalu sensitif. Sementara itu, untuk anak-anak yang lebih tua dapat mendapatkan terapi kognitif atau psikoterapi,” papar Ozbayrak.

Penyebabkan Sindrom Rett

Hampir semua kasus sindrom Rett disebabkan oleh mutasi pada protein pengikat metil CPG 2, atau MECP2 (diucapkan-kacang-dua) gen meck. Para ilmuwan diidentifikasi gen - yang diyakini mengontrol fungsi gen lainnya - pada tahun 1999. Gen MECP2 berisi petunjuk untuk sintesis protein yang disebut protein pengikat metil sitosin 2 (MeCP2), yang diperlukan untuk perkembangan otak dan bertindak sebagai salah satu dari banyak switch biokimia dapat meningkatkan ekspresi gen kirim gen lain ketika untuk menonaktifkan dan berhenti memproduksi protein unik mereka sendiri. Karena gen MECP2 tidak berfungsi sebagaimana mestinya pada individu dengan sindrom Rett, jumlah yang cukup atau struktural bentuk abnormal protein diproduksi dan dapat menyebabkan gen lain menjadi abnormal diungkapkan.
Tidak semua orang yang memiliki mutasi MECP2 telah sindrom Rett,. Ilmuwan telah mengidentifikasi mutasi pada CDKL5 dan FOXG1 gen dalam individu yang atipikal atau bawaan memiliki sindrom Rett tetapi mereka masih belajar bagaimana mutasi kerja. Para ilmuwan yakin kasus yang tersisa dapat disebabkan oleh penghapusan sebagian gen, mutasi di bagian lain dari gen, atau gen tambahan yang belum teridentifikasi, dan mereka terus mencari penyebab lainnya.


Apakah sindrom Rett diwarisi?
Meskipun sindrom Rett adalah gangguan genetik, kurang dari 1 persen dari kasus yang tercatat adalah warisan atau lulus dari satu generasi ke generasi berikutnya. Kebanyakan kasus spontan, yang berarti mutasi terjadi secara acak. Namun, dalam beberapa keluarga dari individu yang terkena oleh sindrom Rett, ada anggota keluarga perempuan lainnya yang memiliki mutasi gen MECP2 mereka, tetapi tidak menunjukkan gejala klinis. Betina ini dikenal sebagai "pembawa asimtomatik perempuan."

Siapa yang mendapat sindrom Rett?
Sindrom Rett diperkirakan mempengaruhi satu dalam setiap 10.000 sampai 15.000 kelahiran hidup perempuan dan di semua etnik dan kelompok rasial di seluruh dunia. pengujian Prenatal tersedia untuk keluarga dengan seorang putri yang terkena dampak yang memiliki mutasi MECP2 diidentifikasi. Sejak gangguan tersebut terjadi secara spontan pada orang yang terkena dampak paling Namun, risiko dari sebuah keluarga memiliki anak kedua dengan gangguan kurang dari 1 persen.
pengujian genetik juga tersedia untuk saudara perempuan dengan sindrom Rett yang memiliki mutasi MECP2 diidentifikasi untuk menentukan apakah mereka adalah pembawa asimtomatik dari gangguan, yang merupakan kemungkinan yang sangat jarang.
MECP2 gen ditemukan pada itu seseorang kromosom X, salah satu dari dua kromosom seks. Girls telah dua kromosom X, tapi hanya satu yang aktif dalam setiap sel diberikan. Ini berarti bahwa dalam seorang gadis dengan sindrom Rett hanya sebagian dari sel-sel dalam sistem saraf akan menggunakan gen yang rusak. Beberapa sel-sel otak anak menggunakan gen sehat dan menunjukkan jumlah protein normal.
Tingkat keparahan sindrom Rett pada anak perempuan adalah sebagian fungsi dari persentase sel mereka yang membawa salinan normal gen MECP2. Jika kromosom aktif X yang membawa gen yang rusak adalah dimatikan dalam sebagian besar sel, akan gejala ringan, tetapi jika persentase lebih besar dari sel-sel memiliki kromosom gen X dengan MECP2 normal dimatikan, mulai dari gangguan yang dapat terjadi sebelumnya, dan gejala mungkin lebih parah.
Kisah ini berbeda untuk anak laki-laki yang memiliki mutasi MECP2 diketahui menyebabkan sindrom Rett di gadis. Karena anak laki-laki hanya memiliki satu kromosom X (dan satu kromosom Y) mereka tidak memiliki salinan-up yang dapat mengkompensasi satu cacat, dan mereka tidak memiliki perlindungan dari efek berbahaya gangguan cacat. Boys dengan seperti sering tidak menunjukkan klinis dari sindrom Rett tapi parah mengalami masalah ketika mereka pertama lahir dan mati tak lama setelah lahir. Sebuah jumlah yang sangat kecil anak laki-laki mungkin memiliki mutasi yang berbeda dalam gen MECP2 atau mutasi sporadis setelah pembuahan yang dapat menyebabkan beberapa derajat kecacatan intelektual dan masalah pembangunan.


Bagaimana sindrom Rett didiagnosis?
Dokter mendiagnosa sindrom klinis Rett dengan mengamati tanda-tanda dan gejala selama lebih awal pertumbuhan dan perkembangan anak, dan melakukan evaluasi terus-menerus anak fisik dan neurologis status. Para ilmuwan telah mengembangkan tes genetik untuk melengkapi diagnosis klinis, yang melibatkan mencari MECP2 mutasi kromosom X pada itu anak.
Seorang ahli saraf pediatrik, ahli genetika klinis, atau perkembangan dokter anak harus berkonsultasi untuk mengkonfirmasi diagnosis klinis sindroma Rett. Dokter akan menggunakan set yang sangat spesifik pedoman yang terbagi menjadi tiga jenis kriteria klinis: penting, mendukung, dan pengecualian. Adanya kriteria eksklusi meniadakan diagnosis sindrom Rett klasik.
Contoh kriteria diagnostik penting atau gejala termasuk tampaknya memiliki perkembangan normal sampai antara usia 6 dan 18 bulan dan lingkar kepala normal pada saat lahir diikuti oleh melambatnya laju pertumbuhan kepala dengan usia (antara 3 bulan dan 4 tahun). Lainnya kriteria diagnostik sangat penting termasuk gangguan bahasa ekspresif, gerakan tangan stereotypic dan berulang-ulang, dan abnormalitas gaya berjalan, termasuk kaki-berjalan atau, goyah lebar berbasis, berkaki berjalan kaku.
kriteria pendukung yang tidak diperlukan untuk diagnosis sindrom Rett tapi mungkin terjadi pada beberapa individu. Selain itu, gejala-gejala tersebut - yang bervariasi di keparahan dari anak untuk anak - tidak dapat ditemukan pada gadis-gadis sangat muda namun dapat berkembang dengan usia. Seorang anak dengan kriteria yang mendukung tetapi tidak ada satu kriteria penting tidak memiliki sindrom Rett. kriteria pendukung termasuk kesulitan bernapas, elektroensefalogram (EEG) kelainan, kejang, kekakuan otot, kelenturan dan / atau kontraktur bersama yang memburuk dengan usia, scoliosis. gigi-gerinda, tangan kecil dan kaki dalam kaitannya dengan tinggi badan, gangguan pertumbuhan, penurunan lemak tubuh dan massa otot (meskipun mungkin ada kecenderungan terhadap obesitas di beberapa orang dewasa yang terkena dampak), pola tidur yang abnormal, lekas marah atau agitasi, mengunyah dan / atau menelan kesulitan, sirkulasi yang buruk dari bagian bawah kaki dengan dan kaki merah kebiruan dan kaki dingin, penurunan mobilitas dengan usia, dan sembelit.
Di samping diagnostik kriteria penting, sejumlah kondisi spesifik memungkinkan dokter untuk menyingkirkan diagnosis sindrom Rett. Ini disebut sebagai kriteria pengecualian. Anak-anak dengan salah satu dari kriteria berikut tidak memiliki sindrom Rett: pembesaran organ tubuh atau tanda-tanda lain penyakit penyimpanan, kehilangan penglihatan akibat kelainan retina atau atrofi optik, tidak normal pada saat lahir kepala kecil (mikrosefali) gangguan metabolisme yang dapat diidentifikasi atau lainnya diwarisi gangguan degeneratif, gangguan neurologis yang diperoleh akibat infeksi berat atau trauma kepala, bukti dari retardasi pertumbuhan dalam rahim, atau bukti dari kerusakan otak yang diperoleh setelah lahir.





Apakah perawatan yang tersedia?
Tidak ada obat untuk sindrom Rett. Pengobatan untuk gangguan ini adalah gejala - berfokus pada pengelolaan gejala - dan mendukung, yang memerlukan pendekatan multidisiplin. Pengobatan mungkin diperlukan untuk bernafas penyimpangan dan kesulitan motor, dan obat-obatan antikonvulsan dapat digunakan untuk mengontrol kejang. Harus ada pemantauan rutin untuk scoliosis dan kelainan jantung mungkin. terapi Kerja dapat membantu anak-anak mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan untuk melakukan-kegiatan diarahkan diri (seperti berpakaian, makan, dan berlatih seni dan kerajinan), sedangkan terapi fisik dan hidroterapi dapat memperpanjang mobilitas. Beberapa anak mungkin memerlukan peralatan khusus dan bantuan seperti kawat gigi untuk menangkap skoliosis, splints untuk memodifikasi gerakan tangan, dan program nutrisi untuk membantu mereka mempertahankan berat yang memadai. Khusus akademik, sosial, kejuruan, dan layanan dukungan mungkin diperlukan dalam beberapa kasus.
Apa prospek bagi mereka dengan sindrom Rett?
Meskipun kesulitan dengan gejala, sebagian besar individu dengan sindrom Rett terus hidup dengan baik dalam usia menengah dan luar,. Itu karena gangguan jarang sangat sedikit diketahui tentang prognosis jangka panjang dan harapan hidup. Sementara itu diperkirakan bahwa ada perempuan di usia 40-an dan 50-an dengan kekacauan, tidak cukup perempuan telah dipelajari untuk membuat estimasi yang dapat diandalkan tentang harapan hidup setelah usia 40.

Sindrom Rett

Sindrom Rett adalah gangguan neurodevelopmenal yang mempengaruhi perempuan hampir secara eksklusif. Hal ini ditandai dengan pertumbuhan normal dan perkembangan awal diikuti dengan perlambatan pengembangan, kehilangan penggunaan sengaja tangan, gerakan tangan yang khas, memperlambat otak dan pertumbuhan kepala, masalah dengan berjalan, kejang, dan cacat intelektual.
gangguan ini diidentifikasi oleh Dr Andreas Rett, seorang dokter Austria yang pertama dijelaskan dalam sebuah artikel jurnal pada tahun 1966. Ia tidak sampai setelah sebuah artikel yang kedua tentang gangguan itu, yang diterbitkan pada tahun 1983 oleh peneliti Swedia Dr Bengt Hagberg, bahwa kelainan pada umumnya diakui.
Perjalanan sindrom Rett, termasuk usia onset dan beratnya gejala, bervariasi dari anak anak. Sebelum gejala dimulai, namun, anak umumnya muncul untuk tumbuh dan berkembang secara normal, walaupun sering ada kelainan halus bahkan di awal masa bayi, seperti hilangnya otot (hypotonia), kesulitan makan, dan jerkiness dalam gerakan anggota tubuh. Kemudian, secara bertahap, dan gejala fisik mental muncul. Sebagai sindrom berlangsung, anak kehilangan sengaja menggunakan tangannya dan kemampuan untuk berbicara. gejala awal lain mungkin termasuk masalah merangkak atau berjalan kaki dan kontak mata berkurang. Hilangnya penggunaan fungsional tangan diikuti dengan gerakan tangan seperti memeras kompulsif dan mencuci. Permulaan periode ini regresi kadang-kadang mendadak.
Apraxia - ketidakmampuan untuk melakukan fungsi motorik - mungkin yang paling parah menonaktifkan fitur dari sindrom Rett, mengganggu setiap gerakan tubuh, termasuk pandangan mata dan pidato.
Anak-anak dengan sindrom Rett sering menunjukkan perilaku autistik seperti pada tahap awal. Gejala lain mungkin termasuk berjalan pada jari kaki, masalah tidur, berbasis gaya berjalan lebar, gigi grinding dan kesulitan mengunyah, memperlambat pertumbuhan, kejang, cacat kognitif, dan sesak nafas saat terjaga seperti hiperventilasi, apnea (menahan napas), dan udara menelan .

tahap kekacauan

Para ilmuwan umumnya menggambarkan empat tahapan sindrom Rett.
Tahap I, yang disebut onset awal, biasanya dimulai antara 6 dan 18 bulan. Tahap ini sering diabaikan karena gejala-gejala gangguan yang mungkin sedikit kabur, dan orang tua dan dokter tidak mungkin melihat perlambatan halus pembangunan pada awalnya. Bayi mungkin mulai menunjukkan kontak mata kurang dan telah mengurangi minat mainan. Mungkin ada penundaan dalam keterampilan motorik kasar seperti duduk atau merangkak. Tangan-meremas-remas dan pertumbuhan kepala dapat terjadi penurunan, tetapi tidak cukup untuk menarik perhatian. Tahap ini biasanya berlangsung selama beberapa bulan tetapi bisa berlanjut selama lebih dari setahun.

Tahap II, atau tahap merusak yang cepat, biasanya dimulai antara umur 1 dan 4 dan dapat berlangsung selama beberapa minggu atau bulan. Its onset mungkin cepat atau bertahap sebagai anak itu kehilangan keterampilan tangan tujuan dan bahasa lisan. Sifat gerakan tangan seperti memeras, mencuci, bertepuk tangan, atau penyadapan, serta berulang kali menggerakkan tangan ke mulut sering mulai pada tahap ini. Anak mungkin memegang tangan terlipat di bagian belakang atau diselenggarakan di sisi, dengan menyentuh acak, memegang, dan melepaskan. Mutasi terus sementara anak terjaga tetapi hilang selama tidur. Pernapasan penyimpangan seperti episode apnea, dan hiperventilasi dapat terjadi, walaupun biasanya meningkatkan pernapasan saat tidur. Beberapa gadis juga menampilkan seperti gejala autistik seperti kehilangan interaksi sosial dan komunikasi. Berjalan mungkin goyah dan memulai gerakan motor bisa sulit kepala. Pertumbuhan Diperlambat biasanya mencatat selama tahap ini.

Tahap III, atau dataran tinggi atau tahap pseudo-stasioner, biasanya dimulai antara umur 2 dan 10 dan dapat berlangsung selama bertahun-tahun. Apraxia, masalah motor, dan kejang-kejang yang menonjol pada tahap ini. Namun, mungkin ada perbaikan dalam perilaku, dengan kurang lekas marah, menangis, dan-seperti fitur autistik. Seorang gadis dalam tahap III mungkin menunjukkan minat lebih di sekitarnya dan kewaspadaan dia, rentang perhatian, dan keterampilan komunikasi akan meningkat. Banyak anak perempuan tetap dalam tahap ini untuk sebagian besar hidup mereka.

Tahap IV, atau tahap akhir kerusakan motor, bisa berlangsung selama bertahun-tahun atau dekade. fitur menonjol meliputi mobilitas berkurang, kelengkungan tulang belakang (scoliosis) dan kelemahan otot, kekakuan, kelenturan, dan peningkatan otot dengan sikap abnormal dari lengan,
kaki atau bagian atas tubuh. Gadis yang sebelumnya bisa berjalan mungkin berhenti berjalan. Kognisi, berkomunikasi, atau keterampilan tangan umumnya tidak penurunan stadium IV. gerakan tangan berulang dapat berkurang dan pandangan mata biasanya membaik.

Friday, April 16, 2010

MEMBANTU ANAK DISGRAFIA

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua untuk membantu anak dengan gangguan ini. Di antaranya:
1. Pahami keadaan anak
Sebaiknya pihak orang tua, guru, atau pendamping memahami kesulitan dan keterbatasan yang dimiliki anak disgrafia. Berusahalah untuk tidak membandingkan anak seperti itu dengan anak-anak lainnya. Sikap itu hanya akan membuat kedua belah pihak, baik orang tua/guru maupun anak merasa frustrasi dan stres. Jika memungkinkan, berikan tugas-tugas menulis yang singkat saja. Atau bisa juga orang tua
meminta kebijakan dari pihak sekolah untuk memberikan tes kepada anak dengan gangguan ini secara lisan, bukan tulisan.
2. Menyajikan tulisan cetak
Berikan kesempatan dan kemungkinan kepada anak disgrafia untuk belajar menuangkan ide dan konsepnya dengan menggunakan komputer atau mesin tik. Ajari dia untuk menggunakan alat-alat agar dapat mengatasi hambatannya. Dengan menggunakan komputer, anak bisa memanfaatkan sarana korektor ejaan agar ia mengetahui kesalahannya.
3. Membangun rasa percaya diri anak
Berikan pujian wajar pada setiap usaha yang dilakukan anak. Jangan sekali-kali menyepelekan atau melecehkan karena hal itu akan membuatnya merasa rendah diri dan frustrasi. Kesabaran orang tua dan guru akan membuat anak tenang dan sabar terhadap dirinya dan terhadap usaha yang sedang dilakukannya.
4. Latih anak untuk terus menulis
Libatkan anak secara bertahap, pilih strategi yang sesuai dengan tingkat kesulitannya untuk mengerjakan tugas menulis. Berikan tugas yang menarik dan memang diminatinya, seperti menulis surat untuk teman, menulis pada selembar kartu pos, menulis pesan untuk orang tua, dan sebagainya. Hal ini akan meningkatkan kemampuan menulis anak disgrafia dan membantunya menuangkan konsep abstrak tentang huruf dan kata dalam bentuk tulisan konkret.



Daftar pustaka
Marfuah panji astuti. http://www.tabloid-nakita.com/Panduan/panduan05233-02.htm. 20 april 2010

CIRI-CIRI DISKALKULIA

Inilah beberapa hal yang bisa dijadikan pegangan:
1. Tingkat perkembangan bahasa dan kemampuan lainnya normal, malah seringkali mempunyai memori visual yang baik dalam merekam kata-kata tertulis.
2. Sulit melakukan hitungan matematis. Contoh sehari-harinya, ia sulit menghitung transaksi (belanja), termasuk menghitung kembalian uang. Seringkali anak tersebut jadi takut memegang uang, menghindari transaksi, atau apa pun kegiatan yang harus melibatkan uang.
3. Sulit melakukan proses-proses matematis, seperti menjumlah, mengurangi, membagi, mengali, dan sulit memahami konsep hitungan angka atau urutan.
4. Terkadang mengalami disorientasi, seperti disorientasi waktu dan arah. Si anak biasanya bingung saat ditanya jam berapa sekarang. Ia juga tidak mampu membaca dan memahami peta atau petunjuk arah.
5. Mengalami hambatan dalam menggunakan konsep abstrak tentang waktu. Misalnya, ia bingung dalam mengurut kejadian masa lalu atau masa mendatang.
6. Sering melakukan kesalahan ketika melakukan perhitungan angka-angka, seperti proses substitusi, mengulang terbalik, dan mengisi deret hitung serta deret ukur.
7. Mengalami hambatan dalam mempelajari musik, terutama karena sulit memahami notasi, urutan nada, dan sebagainya.
8. Bisa juga mengalami kesulitan dalam aktivitas olahraga karena bingung mengikuti aturan main yang berhubungan sistem skor.



Daftar pustaka
Marfuah panji astuti. http://www.tabloid-nakita.com/Panduan/panduan05233-02.htm. 20 april 2010

Disleksia (gangguan membaca) DEFINISI

Disleksia adalah gangguan membaca tertentu meliputi kesulitan memisahkan kata-kata tunggal dari kelompok kata dan bagian dari kata (phonemes) dalam setiap kata.

Disleksia adalah jenis tertentu dari gangguan belajar yang mempengaruhi diperkirakan 3 sampai 5 % anak-anak. Teridentifikasi lebih pada anak laki-laki dibandingkan dengan anak perempuan : bagaimanapun, bisa dengan mudah tidak dikenali lebih sering pada anak perempuan. Disleksia cenderung menurun dalam keluarga.
PENYEBAB
Disleksia terjadi ketika otak kesulitan membuat hubungan antara suara dan symbol (hurup). Kesulitan ini disebabkan oleh masalah kurang mengerti dengan hubungan otak tertentu. Masalah itu ada sejak lahir dan bisa menyebabkan mengeja dan menulis salah dan mengurangi kecepatan dan ketepatan ketika membaca dengan suara keras. Orang dengan diseleksia tidak memiliki masalah memahami bahasa yang dibicarakan.
GEJALA
Anak belum sekolah dengan disleksia bisa jadi terlambat bicara, memiliki masalah artikulasi berbicara, dan mempunyai kesulitan mengingat nama-nama huruf, angka, dan warna. Anak disleksia sering kesulitan memadukan suara, irama kata, mengenali letak suara pada kata, segmenting kata-kata ke dalam bunyi, dan mengenali bunyi huruf pada kata. Keterlambatan atau keragu-raguan dalam memilih kata-kata. Membuat kata pengganti, menamai angka dan gambar adalah indikasi awal disleksia. Masalah dengan daya ingat jangka pendek untuk suara dan untuk meletakkan suara pada perintah yang tepat sering terjadi.

Banyak anak dengan disleksia bingung dengan hurup dan kata yang serupa. membalikkan huruf ketika menulis-sebagai contoh, on diganti menjadi no, dan saw diganti menjadi was-atau huruf yang membingungkan-sebagai contoh, b diganti menjadi d, w diganti menjadi m, n diganti menjadi h-sering terjadi. Meskipun begitu, banyak anak tanpa disleksia akan membalikkan hurup pada waktu taman kanak-kanak atau tingkat pertama.<

Anak yang tidak mengalami kemajuan dalam keahlian mempelajari kata-kata pada kelas pertengahan atau akhir sekolah dasar harus di uji untuk disleksia.
PENGOBATAN
Pengobatan terbaik untuk mengenali kata adalah pengajaran langsung yang memasukkan pendekatan multisensori. Pengobatan jenis ini terdiri dari mengajar dengan bunyi-bunyian dengan isyarat yang bervariasi, biasanya secara terpisah dan, bila memungkinkan, sebagai bagian dari program membaca.

Pengajaran tidak langsung untuk mengenali kata juga sangat membantu. Pengajaran ini biasanya terdiri dari latihan untuk meningkatkan pelafalan kata atau pengertian membaca. Anak-anak diajarkan bagaimana memproses suara-suara dengan menggabungkan suara-suara ke dalam bentuk kata-kata, dengan memisahkan kata-kata ke dalam bagian-bagian, dan dengan mengenali letak suara pada kata.

Pengajaran component-skill untuk mengenali kata juga sangat membantu. Hal ini terdiri dari latihan menggabung suara-suara ke dalam bentuk kata-kata, membagi kata ke dalam bagian kata , dan untuk mengenali letak suara pada kata.

Pengobatan tidak langsung, selain untuk mengenali kata, kemungkinan digunakan tetapi tidak dianjurkan. Pengobatan tidak langsung bisa termasuk penggunaan lensa diwarnai yang membuat kata-kata dan huruf-huruf bisa dibaca dengan lebih mudah, latihan gerakan mata, atau latihan penglihatan perseptual. Obat-obatan seperti piracetam juga harus dicoba. Manfaat pengobatan tidak langsung tidak terbukti dan bisa menghasilkan harapan tidak realistis dan menhambat pengajaran yang dibutuhkan.

Cara Membantu Anak Mengatasi Gangguan Belajar, Tips Bagi Orang Tua

Anak yang mengalami gangguan belajar sering kali akan menunjukkan gangguan perilaku. Hal ini bisa berdampak pada hubungan pasien dengan orang-orang di sekitarnya (keluarga, guru dan teman-teman sebaya). Untuk itu anak perlu didampingi untuk menghadapi situasi ini.

Orang tua merupakan guru yang pertama dan terdekat dengan anak. Dengan demikian, peran orang tua sangat penting untuk mengenali permasalahan apa yang dialami anak. Selain itu, penting juga untuk menemukan kekuatan atau kemampuan yang dimiliki anak. Hal ini akan membantu orang tua mendukung anak mengembangkan kemampuan yang dimilikinya sehingga dapat meningkatkan kepercayaan diri anak.

Tugas anak adalah bermain, maka proses belajar pun sebaiknya menjadi proses yang menyenangkan untuk anak. Apalagi pada anak dengan gangguan belajar, penting untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan tidak membebani anak. Kenali hal apa yang membuat anak merasa senang. Misalnya, jika anak tersebut menyukai lagu tertentu, ajak anak itu belajar sambil memutarkan lagu tersebut. Ijinkan anak membawa mainan kesayangannya saat belajar. Jika anak senang dengan suatu obyek tertentu, misalnya kereta api, sertakan bentuk kereta api dalam pelajaran. Sebagai contoh, anak dengan gangguan berhitung, saat belajar berhitung dapat digunakan gambar kereta api yang dia senangi.

Anak dengan gangguan belajar juga bisa mengalami perasaan rendah diri karena ketidakmampuannya atau karena sering diejek oleh teman-temannya. Untuk itu, penting bagi orang tua memberikan pujian jika ia berhasil melakukan suatu pencapaian. Misalnya, bila suatu kali anak berhasil mendapat nilai yang cukup baik atau mengerjakan tugas dengan benar, maka orang tua hendaknya memberi pujian pada anak. Hal ini akan memotivasi anak untuk berbuat lebih baik, meningkatkan rasa percaya diri dan membantu anak merasa nyaman dengan dirinya.

Keterlibatan pihak sekolah juga perlu diperhatikan karena sebagian besar waktu belajar anak ada di sekolah. Diskusikan dengan guru kelas mengenai kesulitan dan kemampuan anak dalam belajar. Posisi tempat duduk anak di kelas juga bisa membantu anak untuk lebih berkonsentrasi dalam belajar. Akan lebih baik jika anak duduk di depan kelas sehingga perhatiannya tidak teralih ke anak-anak lain atau ke jendela kelas.

Masalah gangguan belajar penting sekali dipahami oleh orang tua dan guru sehingga dapat mendukung dan membantu anak dalam belajar. Jika ditangani dengan tidak benar maka hanya akan menambah permasalahan pada anak. Deteksi dan konsultasi dini pada anak yang diduga mengalami gangguan belajar menjadi faktor penting sehingga anak dapat segera ditangani dengan tepat. Kerja sama antara orang tua, guru dan profesional kesehatan jiwa (psikiater dan psikolog) diperlukan untuk membantu anak menghadapi permasalahan gangguan belajar tersebut.

Deteksi Dini Gangguan Belajar pada Anak

Gangguan belajar pada anak penting untuk dideteksi sejak dini. Hal ini karena gangguan belajar dapat mempengaruhi perasaan dan perilaku anak. Perilaku anak dengan gangguan belajar dapat diamati saat di kelas. Anak biasanya tidak dapat duduk tenang di tempatnya, lambat menyelesaikan tugas atau bahkan tidak mau mengerjakan tugas yang diberikan. Hal ini sebetulnya merupakan bentuk penghindaran dari mengerjakan tugas yang dirasanya sulit.
Perkembangan anak sejak kecil juga bisa merupakan pertanda kemungkinan terjadinya gangguan belajar pada usia sekolah dasar. Anak dengan keterlambatan bicara (belum bisa mengucapkan kalimat sederhana di usia 2 tahun), bisa merupakan faktor prediksi terjadinya gangguan belajar. Gangguan koordinasi motorik, terutama pada usia menjelang taman kanak-kanak, juga bisa menjadi faktor prediksi terjadinya gangguan belajar.

Jika orang tua atau guru melihat tanda-tanda adanya gangguan belajar pada anak, perlu segera dikonsultasikan kepada dokter. Pertama kali dilakukan pemeriksaan ada atau tidaknya gangguan pada penglihatan dan pendengaran. Karena seringkali gangguan pada penglihatan dan pendengaran juga dapat mengganggu kemampuan belajar anak. Pemeriksaan psikologis seperti tingkat kecerdasan (tes IQ), juga perlu dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan adanya tingkat kecerdasan yang kurang, seperti pada retardasi mental. Selain itu, diperiksa juga kemungkinan adanya gangguan jiwa lain seperti autisme, gangguan pemusatan perhatian dan perilaku, atau gangguan kecemasan.

klasifikasi gangguan belajar

Gangguan Membaca (Disleksia)
Gangguan membaca merupakan suatu diagnosis yang ditandai oleh adanya kesulitan berat dalam kemampuan membaca (mengerti bahan bacaan). Kesulitan ini tidak sesuai dengan yang dialami anak lain seusianya dan tidak sesuai dengan kemampuan kognitifnya. Gangguan membaca ini juga tidak berhubungan dengan adanya gangguan perkembangan fisik, motivasi yang kurang, pendidikan yang kurang adekuat, masalah sosial ekonomi dan gangguan pada sistem sensorik (penglihatan dan pendengaran).

Gangguan berhitung (diskalkulia)
Gangguan berhitung atau gangguan matematik merupakan kesulitan dalam kemampuan aritmatik; termasuk berhitung dan menyelesaikan soal-soal aritmatik. Kesulitan ini tidak sesuai dengan kemampuan anak seusianya, tingkat kecerdasan dan pendidikan yang dijalaninya. Selain itu, kesulitan ini juga tidak disertai dengan adanya gangguan penglihatan, pendengaran, fisik atau emosi. Juga tidak berhubungan dengan lingkungan, kultur atau ketidakmampuan ekonomi.

Gangguan Menulis (Disgrafia)
Gangguan menulis merupakan gangguan pada kemampuan menulis anak yaitu kemampuan di bawah rata-rata anak seusianya. Gangguan ini tidak sesuai dengan tingkat kecerdasan dan pendidikan yang telah dijalaninya. Hal tersebut menimbulkan masalah pada akademik anak dan berbagai area kehidupan anak. Menulis merupakan proses penyelesaian masalah (problem solving); yang melibatkan kemampuan penulis dalam menghasilkan bahasa yang dapat dimengerti serta merefleksikan kemampuan dan opini penulis tentang suatu topik.

DIAGNOSA PENGOBATAN Gangguan Belajar

Anak yang tidak membaca atau belajar pada tingkatan yang diharapkan untuk kemampuan verbal atau kecerdasan harus dievaluasi. Pemeriksaan pendengaran dan penglihatan harus dijalankan, karena masalah pikiran sehat ini bisa juga berhubungan dengan keahlian membaca dan menulis.

Dokter meneliti anak tersebut untuk berbagai gangguan fisik. Anak tersebut melakukan rangkaian tes kecerdasan, baik verbal maupun non verbal, dan tes akademik pada membaca, menulis, dan keahlian aritmatik.

PENGOBATAN
Pengobatan yang paling berguna untuk gangguan belajar adalah pendidikan yang secara hati-hati disesuaikan dengan individu anak. Cara seperti membatasi makanan aditif, menggunakan vitamin dalam jumlah besar, dan menganalisa sistem anak untuk trace mineral seringkali dicoba tetapi tidak terbukti. Tidak ada obat-obatan yang cukup efektif pada pencapaian akademis, intelegensi, dan kemampuan pembelajaran umum. Karena beberapa anak dengan gangguan belajar juga mengalami ADHD, obat-obatan tertentu, seperti methylphenidate, bisa meningkatkan perhatian dan konsentrasi, meningkatkan kemampuan anak untuk belajar.

GEJALA Gangguan Belajar

Anak kecil kemungkinan lambat untuk mempelajari nama-nama warna atau huruf, untuk menyebutkan kata-kata untuk objek yang dikenal, untuk menghitung, dan untuk kemajuan pada awal keahlian belajar lain. Belajar untuk membaca dan menulis kemungkinan tertunda. Gejala-gejala lain dapat berupa perhatian dengan jangka waktu yang pendek dan kemampuan yang kacau, berhenti bicara, dan ingatan dengan jangka waktu yang pendek. Anak tersebut bisa mengalami kesulitan dengan aktifitas yang membutuhkan koordinasi motor yang baik, seperti mencetak dan mengkopi.

Anak dengan gangguan belajar bisa mengalami kesulitan komunikasi. Beberapa anak mulanya menjadi frustasi dan kemudian mengalami masalah tingkah laku, seperti menjadi mudah kacau, hiperaktif, menarik diri, malu, atau agresif.

PENYEBAB Gangguan Belajar

Meskipun penyebab gangguan belajar tidak sepenuhnya dimengerti. Mereka termasuk kelainan pada proses dasar yang berhubungan dalam memahami atau menggunakan ucapan atau penulisan bahasa atau numerik dan pertimbangan ruang.

Diperkirakan 3 sampai 15% anak bersekolah di Amerika Serikat memerlukan pelayanan pendidikan khusus untuk menggantikan gangguan belajar. Anak laki-laki dengan gangguan belajar bisa melebihi anak gadis lima banding satu, meskipun anak perempuan seringkali tidak dikenali atau terdiagnosa mengalami gangguan belajar.

Kebanyakan anak dengan masalah tingkah laku tampak kurang baik di sekolah dan diperiksa dengan psikologis pendidikan untuk gangguan belajar. Meskipun begitu, beberapa anak dengan jenis gangguan belajar tertentu menyembunyikan gangguan mereka dengan baik, menghindari diagnosa, dan oleh karena itu pengobatan, perlu waktu yang lama.

DEFINISI Gangguan Belajar

Gangguan belajar meliputi kemampuan untuk memperoleh, menyimpan, atau menggunakan keahlian khusus atau informasi secara luas, dihasilkan dari kekurangan perhatian, ingatan, atau pertimbangan dan mempengaruhi performa akademi.

Gangguan belajar sangat berbeda dari keterlambatan mental dan terjadi dengan normal atau bahkan fungsi intelektual tinggi. Gangguan belajar hanya mempengaruhi fungsi tertentu, sedangkan pada anak dengan keterlambatan mental, kesulitan mempengaruhi fungsi kognitif secara luas. Terdapat tiga jenis gangguan belajar : gangguan membaca, gangguan menuliskan ekspresi, dan gangguan matematik. Dengan demikian, seorang anak dengan gangguan belajar bisa mengalami kesulitan memahami dan mempelajari matematika yang signifikan, tetapi tidak memiliki kesulitan untuk membaca, menulis, dan melakukan dengan baik pada subjek yang lain. Diseleksia adalah gangguan belajar yang paling dikenal. Gangguan belajar tidak termasuk masalah belajar yang disebabkan terutama masalah penglihatan, pendengaran, koordinasi, atau gangguan emosional.

ADD vs. ADHD

ADD vs. ADHD
Istilah ADHD dan ADD sebenarnya merujuk kelainan yang sama. ADD adalah istilah yang lebih tua digunakan untuk membedakan anak-anak yang baru saja masalah perhatian utama dari anak-anak yang memiliki masalah perhatian dan hiperaktivitas. Mayoritas anak-anak, sekitar 85 persen, memiliki beberapa kombinasi dari kekurangan perhatian , impulsif, dan hiperaktivitas. Sebagian kecil (sekitar 10%) dari anak-anak, yang baru saja attentional masalah. Semua ADHD / ADD gangguan diperlakukan dengan cara yang sama: kombinasi obat-obatan dan intervensi perilaku yang membantu mengatasi masalah yang ini anak-anak dan keluarga mereka wajah dengan penyakit mereka.
Stuart Goldman, MD, Direktur Medical Education, Department of Psychiatry
Ada banyak istilah yang digunakan selama 50 tahun untuk menggambarkan anak-anak di masa remaja yang memiliki masalah attentional dan aktivitas. Nama-nama tersebut berkisar antara disfungsi otak minimal untuk hyperactivity disorder untuk ADD untuk ADHD. Secara umum, nama tersebut akan terlihat berbeda di apa yang benar-benar sangat mirip kelompok yang memiliki masalah anak-anak mempertahankan perhatian mereka. Orang-orang telah mencoba untuk mengorganisir kelompok mereka pikir akan sangat membantu untuk pengobatan keputusan dan mungkin membantu untuk memahami etiologi dari gangguan.


sumber:
- Leonard Rappaport, MD, MS, Direktur, Pusat Kedokteran Pengembangan

Thursday, April 15, 2010

devinisi ADHD

ADHD singkatan dari Attention Deficit Hyperactivity Disorder. Seseorang dengan ADHD, dibandingkan dengan kebanyakan orang usia nya, memiliki gejala tertentu, dan gejala-gejala ini hadir di lebih dari satu pengaturan. Contoh jenis gejala Aku sedang berbicara tentang hal-hal seperti membuat kesalahan ceroboh, menjaga perhatian pada tugas sekolah, bukan menyelesaikan pekerjaan, mengalami masalah pengorganisasian proyek, menunda-nunda, menempatkan barang-barang, kehilangan sesuatu, dan terganggu. Kami menyebutnya jenis ini gejala gejala lalai. Lalu ada satu set gejala lain yang kita sebut gejala hiperaktif-impulsif. ini melibatkan mengalami masalah dengan berada di mana saja terlalu banyak, gelisah terlalu banyak, bangkit keluar dari kursi nya terlalu banyak, berlari sekitar saat itu tidak tepat, membuat kebisingan atau berbicara sepanjang waktu, menyela, sulit menunggu berubah, atau melontarkan jawaban. Jika cukup dari gejala-gejala ini terjadi di lebih dari satu pengaturan, jika beberapa dari gejala-gejala ini sudah berlangsung sejak sebelum seorang anak 7 tahun, dan jika gejala-gejala ini sampai ke titik di mana mereka menimbulkan kerusakan atau kesulitan bagi seorang anak, maka itu bisa sangat baik menjadi ADHD.
Joseph Gonzalez-Heydrich, MD, Kepala, Program Psychopharmacology

Saturday, March 20, 2010

Petunjuk Penanganan ADHD untuk Orangtua

Petunjuk Penanganan ADHD untuk Orangtua
Terapi yang umum diberikan dalam penanganan ADHD:

1. Terapi Perilaku
2. Farmakoterapi (Pemberian obat)
3. Terapi kombinasi (Terapi perilaku + pemberian obat)

Cara penanganan yang efektif

Untuk membantu keluarga membuat keputusan penting mengenai penanganan ADHD, National Institute for Mental Health (NIMH) melakukan penelitian yang paling mendalam yang pernah dilakukan untuk menilai penanganan ADHD. Penelitian ini dinamakan The Multimodal Treatment Study of Children with ADHD (MTA). Data dari penelitian ini memperlihatkan bahwa pemberian obat stimulan (methylphenidate - obat stimulan yang umum digunakan untuk ADHD) efektif dalam mengatasi gejala ADHD, baik secara tersendiri atau dalam kombinasi dengan terapi perilaku. Juga ditemukan bahwa penanganan yang meliputi obat lebih efektif terhadap gejala-gejala ADHD (seperti hiperaktifitas) dibanding terapi perilaku saja6.
Penelitian ini memperlihatkan bahwa untuk kebanyakan anak dengan ADHD, obat-obatan secara dramatis mengurangi hiperaktifitas, memperbaiki perhatian, dan meningkatkan kemampuan untuk bergaul dengan orang lain.
Meskipun obat secara tersendiri terbukti mengobati ADHD, penelitian MTA memperlihatkan bahwa menggabungkan terapi perilaku dengan obat berguna dalam membantu keluarga, pengajar, dan anak dalam mengubah perilaku yang menimbulkan masalah di rumah dan di sekolah.

Terapi Psikososial / Terapi Perilaku
Terapi psikososial / terapi perilaku sendiri, seperti pelatihan kemampuan sosial atau terapi individual, tidak terbukti sama efektifnya dengan obat dalam mengobati gejala-gejala utama ADHD. Tetapi terapi perilaku sendiri dapat dianjurkan sebagai terapi awal bila gejala ADHD cukup ringan, diagnosa ADHD belum pasti, atau keluarga memilih terapi ini.

Apakah anak anda sedang makan obat atau tidak, terapi perilaku dapat membantu pengelolaan gejala-gejala ADHD dan mengurangi dampaknya pada anak anda.
Banyak orangtua mendapatkan bahwa cara terbaik untuk menggunakan tehnik ini adalah dengan bekerja sama dengan seorang terapis yang berpengalaman dalam masalah perilaku. Banyak dokter menganjurkan kepada orangtua dan penanggungjawab untuk mengikuti kelas / seminar bagi orangtua, terutama yang terfokus pada penanganan anak dengan ADHD.

Apakah anak saya bisa sembuh ?
Terapi dengan pemberian obat merupakan cara yang sangat efektif untuk mengatasi gejala ADHD, tetapi hanya bekerja apabila digunakan sesuai peresepan. Berbeda dengan antibiotik dan obat-obat sejenisnya yang dimakan dalam periode singkat untuk mengobati infeksi dan gangguan lain, obat ADHD tidak ada yang dapat menyembuhkan dalam jangka waktu yang singkat. Untungnya, kebanyakan anak dengan ADHD dapat mengalami perbaikan nyata dengan kombinasi obat-obatan dan terapi perilaku7.

Apakah ada risiko anak saya ketergantungan dengan obat ?
Sejumlah orang tua cemas bahwa obat ADHD akan menyebabkan anaknya mengalami ketergantungan. Hal ini merupakan kesalah-pengertian yang umum menyangkut obat ADHD.
Menurut National Institute on Drug Abuse (NIDA), anak yang menggunakan obat untuk mengobati ADHD akan lebih sedikit mengalami masalah penyalahgunaan zat dibanding anak ADHD yang tidak mendapatkan obat8.

____________________________________________________________________________________________
Bila digunakan secara tepat, obat ADHD golongan stimulan tidak menyebabkan ketergantungan.
____________________________________________________________________________________________

Bagaimana saya menjelaskan obat kepada anak saya ?
Adalah penting bahwa anak anda mengerti tentang obat ADHD, mengapa diresepkan dan bagaimana obat dapat membantunya. Hal ini terlebih lagi penting bagi anak-anak yang lebih besar dan remaja, yang merasa khawatir akan menjadi “berbeda” karena mereka harus minum obat.
Anda mungkin bisa membandingkan makan obat ADHD dengan menggunakan kaca mata. Menggunakan kaca mata dapat membantu karena memperbaiki penglihatan, dan hal ini sama seperti obat ADHD yaitu memberikan kontrol tingkah laku yang lebih baik sehingga lebih mudah untuk fokus, memperhatikan, belajar dan berkelakuan baik.

Bagaimana pengaruh obat terhadap perasaan anak saya ?
Untuk kebanyakan anak, obat ADHD akan membuat mereka lebih tenang dan lebih mampu untuk fokus dan berkonsentrasi. Beberapa dari perubahan ini mungkin luput dari perhatian anak – meskipun orangtua dan guru dapat melihat perubahan tingkah laku yang positif bila obat bekerja dengan seharusnya. Obat ADHD seharusnya tidak mengubah kepribadian dasar anak meskipun membuatnya kurang hiperaktif dan lebih memperhatikan. Kadang anak melaporkan perasaan yang sedikit tidak biasa / berbeda waktu pertama makan obat ADHD, tetapi perasaan ini biasanya ringan dan akan menghilang.

Efek samping pengobatan dan cara mengatasinya
Beberapa efek samping yang paling sering dan dapat diperkirakan dari obat ADHD adalah berkurangnya nafsu makan, gangguan tidur, sakit kepala, nyeri lambung, dan iritabilitas (mudah marah). Efek samping ini biasanya membaik setelah beberapa bulan pengobatan.
Efek samping biasanya tidak membahayakan, tetapi semuanya harus dilaporkan kepada dokter yang mengobati – terutama bila menyebabkan rasa tidak nyaman atau mengganggu kegiatan anak sehari-hari.
Efek samping sering kali dapat dikurangi dengan mengganti obat, menggunakan bentuk sediaan obat yang berbeda, menyesuaikan dosis, atau mengubah waktu makan obat.

Bagaimana cara terbaik mengatasi beberapa efek samping umum yang mungkin terjadi pada anak saya ?
Ada beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk mengurangi masalah yang disebabkan oleh efek samping terkait obat ADHD.
Berkurangnya nafsu makan: Beberapa jalan keluar dari penurunan nafsu makan antara lain memberikan obat setelah sarapan, memberikan anak porsi makan yang besar pada malam hari dimana kerja obat mulai berkurang atau tersedianya makanan bilamana anak merasa lapar. Bila nafsu makan anak berkurang untuk jangka waktu lama, anda dapat berkonsultasi kepada dokter yang merawat.

Gangguan tidur: Bila anak anda menggunakan obat ADHD dan mengalami masalah gangguan tidur, konsultasikan dengan dokter untuk memberikan obat pada jam yang lebih pagi setiap harinya.
Terlepas dari penyebab masalah tidur anak anda, merancang persiapan tidur yang sehat secara rutin akan membantu mereka untuk tidur. Aktivitas seperti mandi, sikat gigi, membaca, atau membacakan sesuatu sebelum tidur dapat membantu anak lebih santai. Juga hindari alat elektronik yang merangsang dan menyebabkan perhatian mudah beralih, seperti radio, komputer, dan televisi sebelum tidur.

Iritabilitas (mudah marah) & perburukan tingkah laku: Sejumlah anak yang mendapatkan obat ADHD tampaknya bertambah iritabel (mudah marah) dan gejala-gejala ADHD meningkat waktu sore atau malam hari. Hal ini disebut sebagai “rebounding” oleh sejumlah dokter dan mungkin disebabkan oleh berkurangnya efek obat. Untuk mengatasi hal ini, dokter mungkin mengusulkan untuk menggunakan obat dengan masa kerja lebih panjang atau menambah stimulan lepas-langsung pada waktu sore / malam hari5.

Efek Samping lain: Apabila ada pertanyaan atau kekhawatiran mengenai efek samping lainnya, hubungi dokter yang merawat anak anda.

Apakah ada masa istirahat obat bagi anak saya ?
Di masa lalu, dokter sering menganjurkan agar anak istirahat dari makan obat ADHD setelah sekolah, akhir minggu, atau liburan sekolah. Sekarang dokter umumnya menganjurkan agar anak tetap makan obat ADHD sepanjang waktu supaya mendapatkan efek menguntungkan selama di rumah dan waktu bermain atau selama liburan, sehingga mereka tetap bisa beraktivitas dengan aman dan tidak mengganggu orang-orang disekitarnya9. Tetapi penghentian obat sementara atau pengurangan dosis obat dapat dipertimbangkan bilamana anak anda mengalami efek samping yang mengganggu.

Kapan penghentian obat diperbolehkan ?
Banyak anak yang didiagnosa ADHD akan mengalami masalah dengan satu atau lebih gejalanya pada masa kehidupan lebih dewasa. Dalam kasus ini, obat ADHD dapat dilanjutkan sampai dewasa untuk membantu mengatasi gejala tersebut.
Untuk kebanyakan lainnya, gejala ADHD berkurang seiring waktu saat mereka tumbuh mengatasi ADHD atau belajar mengkompensasi gejala perilaku mereka. Gejala yang paling cenderung berkurang seiring waktu adalah hiperaktifitas.

Beberapa tanda bahwa anak anda mungkin sudah siap untuk mengurangi atau menghentikan obat ADHD adalah:
1) anak anda sudah bebas gejala selama lebih dari satu tahun dengan obat,
2) anak anda semakin bertambah baik, dengan dosis obat yang tetap,
3) perilaku anak anda tetap baik meskipun melewatkan satu atau dua dosis obat, atau
4) anak anda mengembangkan kemampuan baru untuk berkonsentrasi.

Pilihan untuk menghentikan obat ADHD harus dibicarakan dengan dokter yang mengobati, guru, anggota keluarga, dan anak anda. Anda akan mendapatkan bahwa anak memerlukan dukungan khusus dari guru dan anggota keluarga untuk mempertahankan tingkah laku yang baik setelah obat dihentikan. Anda juga perlu untuk mengamati perilaku anak anda setelah obat dihentikan untuk memastikan gejala yang tersisa dapat ditangani.
Pengobatan yang belum terbukti
Apakah obat alternatif untuk ADHD, seperti diet khusus atau suplemen herbal, bermanfaat ?

Orangtua seringkali mendengar laporan tentang “pengobatan ajaib” untuk ADHD di televisi, majalah, atau sebagai iklan. Sebelum mempertimbangkan salah satu pengobatan untuk ADHD, perhatikan apakah sumber informasi ini tidak bias (memihak) dan apakah klaim yang dikemukakan valid (sahih), dan bicarakan dengan dokter yang merawat anak anda.

Beberapa pengobatan untuk ADHD yang sering dibicarakan tetapi belum terbukti adalah diet khusus, suplemen herbal, terapi homeopatik, terapi vision (penglihatan), penyesuaian kiropraktik, terapi infeksi ragi, obat-obat anti-mabuk-perjalanan, pelatihan metronom, stimulasi auditori (pendengaran), penerapan kinesiologi (menyusun-ulang tulang-tulang di tengkorak), dan biofeedback gelombang otak10.

Meskipun akan sangat baik bila pengobatan-pengobatan seperti ini memberikan hasil, riset ilmiah yang cermat tidak membuktikan bahwa alternatif-alternatif ini efektif dalam mengatasi gejala-gejala ADHD – dan yang pasti tidaklah “menyembuhkan”.
Selalu ceritakan kepada dokter tentang setiap terapi alternatif, suplemen, atau obat bebas yang digunakan anak anda. Zat /obat-obat tersebut dapat berinteraksi dengan obat yang diresepkan dokter dan mengganggu kemajuan anak anda atau menimbulkan risiko pada keamanan anak anda.

Bila anda berencana untuk mencoba pengobatan ini, adalah bermanfaat untuk menggunakan penilaian keberhasilan yang sama yang akan anda gunakan terhadap obat yang disetujui oleh FDA. Termasuk skala penilaian perilaku dan target pencapaian spesifik yang anda tetapkan bila berkonsultasi dengan dokter yang merawat anak anda.

sumber:
- http://adhd.or.id/treatment.html

PENERAPAN TERAPI “BACK IN CONTROL (BIC)” PADA ANAK ADHD (ATTENTION DEFICITS HIPERACTIVITY DISORDER)

DEFINISI, PENYEBAB, DAN KARAKTERISTIK PERILAKU ANAK ADHD
Gangguan yang berupa kurangnya perhatian dan kiperaktivitas atau yang lebih dikenal dengan Attention Deficits Hiperactivity Disorder (ADHD) dapat kita temui dalam banyak bentuk dan perilaku yang tampak. Sampai saat ini ADHD masih merupakan persoalan yang kontroversial dan banyak dipersoalkan di dunia pendidikan.

Beberapa bentuk perilaku yang mungkin pernah kita lihat seperti: seorang anak yang tidak pernah bisa duduk di dalam kelas, dia selalu bergerak; atau anak yang melamun saja di kelas, tidak dapat memusatkan perhatian kepada proses belajar dan cenderung tidak bertahan lama untuk menyelesaikan tugas; atau seorang anak yang selalu bosan dengan tugas yang dihadapi dan selalu bergerak ke hal lain.
ADHD sendiri sebenarnya adalah kondisi neurologis yang menimbulkan masalah dalam pemusatan perhatian dan hiperaktivitas-impulsivitas, dimana tidak sejalan dengan perkembangan usia anak. Jadi disini, ADHD lebih kepada kegagalan perkembangan dalam fungsi sirkuit otak yang bekerja dalam menghambat monitoring dan kontrol diri, bukan semata-mata gangguan perhatian seperti asumsi selama ini. Hilangnya regulasi diri ini mengganggu fungsi otak yang lain dalam memelihara perhatian, termasuk dalam kemampuan membedakan reward segera dengan keuntungan yang akan diperoleh di waktu yang akan datang (Barkley, 1998).
Anak-anak dengan ADHD biasanya menampakkan perilaku yang dapat dikelompokkan dalam 2 kategori utama, yaitu: kurangnya kemampuan memusatkan perhatian dan hiperaktivitas-impulsivitas.
Kurangnya kemampuan memusatkan perhatian dapat muncul dalam perilaku:
a. Ketidakmampuan memperhatikan detil atau melakukan kecerobohan dalam mengerjakan tugas, bekerja, atau aktivitas lain.
b. Kesulitan memelihara perhatian terhadap tugas atau aktivitas bermain
c. Kadang terlihat tidak perhatian ketika berbicara dengan orang lain
d. Tidak mengikuti perintah dan kegagalan menyelesaikan tugas
e. Kesulitan mengorganisasikan tugas dan aktivitas
f. Kadang menolak, tidak suka, atau enggan terlibat dalam tugas yang memerlukan proses mental yang lama, misalnya: tugas sekolah
g. Sering kehilangan barang miliknya, misal: mainan, pensil, buku, dll
h. Mudah terganggu stimulus dari luar
i. Sering lupa dengan aktivitas sehari-hari

Sedangkan hiperaktivitas-impulsivitas sering muncul dalam perilaku:
a. gelisah atau sering menggeliat di tempat duduk
b. sering meninggalkan tempat duduk di kelas atau situasi lain dimana seharusnya duduk tenang
c. berlari berlebihan atau memanjat-manjat yang tidak tepat situasi (pada remaja atau dewasa terbatas pada perasaan tidak dapat tenang/gelisah)
d. kesulitan bermain atau terlibat dalam aktivitas yang menyenangkan
e. seolah selalu terburu-buru atau bergerak terus seperti mesin
f. berbicara terlalu banyak
g. sering menjawab pertanyaan sebelum selesai diberikan. (Impulsivitas)
h. kesulitan menunggu giliran (Impulsivitas)
i. menyela atau memaksakan pendapat kepada orang lain (Impulsivitas)

Terkadang gejala tersebut juga diikuti oleh agresivitas dalam bentuk:
a. sering mendesak, mengancam, atau mengintimidasi orang lain
b. sering memulai perkelahian
c. menggunakan senjata tajam yang dapat melukai orang lain
d. berlaku kasar secara fisik terhadap orang lain
e. menyiksa binatang
f. menyanggah jika dikonfrontasi dengan korbannya
g. memaksa orang lain melakukan aktivitas seksual

Menurut DSM-IV definisi ADHD sendiri adalah sebagai berikut:
A. (1) atau (2)
(1) memenuhi 6 atau lebih gejala kurangnya pemusatan perhatian paling tidak selama 6 bulan pada tingkat menganggu dan tidak sesuai dengan tingkat perkembangan;
(2) memenuhi 6 atau lebih gejala hiperaktivitas-impulsivitas paling tidak selama 6 bulan pada tingkat menganggu dan tidak sesuai dengan tingkat perkembangan

B. Gejala kurangnya pemusatan perhatian atau hiperaktivitas-impulsivitas muncul sebelum usia 7 tahun.
C. Gejala-gejala tersebut muncul dalam 2 seting atau lebih (di sekolah, rumah, atau pekerjaan)
D. Harus ada bukti nyata secara klinis adanya gangguan dalam fungsi sosial, akademik, atau pekerjaan.
E. Gejala tidak terjadi mengikuti gangguan perkembangan pervasive, skizofrenia, atau gangguan psikotik lainnya dan tidak dilihat bersama dengan gangguan mental lain (gangguan suasana hati, gangguan kecemasan, atau gangguan kepribadian).

Gejala-gejala yang muncul sebagai bentuk kurangnya kemampuan memusatkan perhatian dan hiperaktivitas-impulsivitas terkadang berpengaruh terhadap pengalaman belajar anak karena anak yang menunjukkan gejala-gejala tersebut biasanya akan terlihat selalu gelisah, sulit duduk dan bermain dengan tenang, kesulitan terlibat dalam kegiatan yang mengharuskan antri, menjawab pertanyaan sebelum selesai ditanyakan, kesulitan mengikuti instruksi detail, kesulitan memelihara perhatian dalam waktu panjang ketika mengerjakan tugas, dan sering salah meletakkan barang.
Penelitian terakhir menyebutkan bahwa gejala-gejala pada anak ADHD muncul karena mereka tidak dapat menghambat respon-respon impulsif motorik terhadap input-input yang diterima, bukan ketidakmampuan otak dalam menyaring input sensoris seperti cahaya dan suara (Barkley, 1998).
Walaupun banyak penelitian sudah dilakukan namun sampai saat ini para ahli belum yakin apa penyebab ADHD, namun mereka curiga bahwa sebabnya berkait dengan aspek genetik atau biologis, walaupun mereka juga percaya bahwa lingkungan tumbuh anak juga menentukan perilaku spesifik yang terbentuk. Beberapa faktor yang banyak diduga memicu munculnya gejala ADHD adalah: kelahiran prematur, penggunaan alkohol dan tembakau pada ibu hamil, dan kerusakan otak selama kehamilan. Beberapa faktor lain seperti zat aditif pada makanan, gula, ragi, atau metode pengasuhan anak yang kering juga diduga mendukung munculnya gejala ADHD walaupun belum didukung fakta yang meyakinkan.
TRITMEN BAGI ANAK ADHD
Sampai saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan ADHD, namun telah tersedia beberapa pilihan tritmen yang telah terbukti efektif untuk menangani anak-anak dengan gejala ADHD. Strategi penanganan tersebut melibatkan aspek farmasi, perilaku, dan metode multimodal.
Metode perubahan perilaku bertujuan untuk memodifikasi lingkungan fisik dan sosial anak untuk mendukung perubahan perilaku (AAP, 2001). Pihak yang dilibatkan biasanya adalah orang tua, guru, psikolog, terapis kesehatan mental, dan dokter. Tipe pendekatan perilakuan meliputi training perilaku untuk guru dan orang tua, program yang sistematik untuk anak (penguatan positif dan token economy), terapi perilaku klinis (training pemecahan masalah dan ketrampilan sosial), dan tritmen kognitif-perilakuan/CBT (monitoring diri, self-reinforcement, instruksi verbal untuk diri sendiri, dan lain-lain) (AAP, 2001).
Metode farmasi meliputi penggunaan psikostimulan, antidepresan, obat untuk cemas, antipsikotik, dan stabilisator suasana hati (NIMH, 2000). Harus diperhatikan bahwa penggunaan obat-obatan ini harus dibawah pengawasan ketat dokter dan ahli farmasi yang terus-menerus melakukan evaluasi terhadap efektivitas penggunaan dan dampaknya terhadap subjek tertentu.
Beberapa penelitian terakhir membuktikan bahwa cara terbaik untuk menangani anak ADHD adalah dengan mengkombinasikan beberapa pendekatan dan metode penanganan. Penelitian yang dilakukan NIMH terhadap 579 anak ADHD menunjukkan bahwa kombinasi terapi obat dan perilaku lebih efektif dibandingkan jika digunakan sendiri-sendiri. Tritmen multimodal khususnya efektif untuk meningkatkan ketrampilan sosial pada anak-anak ADHD yang diikuti gejala kecemasan atau depresi. Ternyata dosis obat yang digunakan lebih rendah jika diikuti dengan terapi perilaku daripada jika diberikan tanpa terapi perilaku.

TERAPI “BACK IN CONTROL (BIC)”
Program terapi “Back in Control” dikembangkan oleh Gregory Bodenhamer. Program terapi ini unik karena dikatakan lebih baik daripada intervensi reward/punishment bagi anak-anak dengan ADHD. Program ini berbasis kepada sistem yang berdasar pada aturan, jadi tidak tergantung pada keinginan anak untuk patuh. Jadi, program ini lebih kepada sistem training bagi orang tua yang kemudian diharapkan dapat menciptakan sistem tata aturan yang berlaku dirumah sehingga dapat merubah perilaku anak. Demi efektivitas program, maka nantinya orang tua akan bekerja sama dengan pihak sekolah untuk melakukan proses yang sama bagi anaknya, ketika dia di sekolah. Orang tua harus selalu melakukan monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan dan konsisten atas program yang dijalankan. Begitu juga ketika program ini dilaksanakan bersama-sama dengan pihak sekolah maka orang tua sangat memerlukan keterlibatan guru dan petugas di sekolah untuk melakukan proses monitoring dan evaluasi.
Dalam program ini, tugas orang tua adalah:
1. Orang tua mendefinisikan aturan secara jelas dan tepat (kita perjelas apa yang kita mau, tidak kurang tidak lebih). Kita buat aturan sejelas mungkin sehingga pengasuh pun dapat mendukung pelaksanaannya tanpa banyak penyimpangan.
2. Jalankan aturan tersebut dengan ketat.
3. Jangan memberi imbalan atau hukuman pada sebuah aturan. Jalankan saja.
4. Jangan pernah berdebat dengan anak tentang sebuah aturan. Gunakan kata-kata kunci yang tidak akan diperdebatkan, misalnya “kamu harus….meskipun…..”

Beberapa masalah yang muncul dalam pelaksanaan program ini antara lain :
1. Kebanyakan orang tua kurang bersedia memberikan reward, sedikit yang benar-benar tidak memberikan hukuman.
2. Kebanyakan orang tua kesulitan menahan untuk berteriak ketika marah kepada anak mereka. Sebenarnya, hal ini justru membuat anak merasa menang dan mengalihkan anak dari aturan yang sebenarnya.

Demikian paparan ringkas tentang terapi BIC untuk penyandang ADHD dan untuk lebih jelasnya, saya mencoba menyusun satu program untuk satu kasus ADHD sebagai ilustrasi bagaimana terapi BIC diterapkan.

ILUSTRASI : KASUS BONA
Bona adalah anak laki-laki berusia 5 tahun dan bersekolah di sebuah TK ternama di Yogya. Penampilan fisiknya gemuk dan tinggi, jauh lebih besar dibandingkan teman-teman seusianya. Ayah ibunya bekerja sebagai karyawan swasta yang bekerja sepanjang hari sehingga Bona lebih banyak diasuh pembantunya. Bona dibawa ke sebuah biro konsultasi psikologi oleh ibunya karena adanya keluhan yang disampaikan pembantu, para tetangga, dan terutama guru-guru di sekolahnya. Pembantu rumah tangga di keluarga tersebut sering sekali berganti karena kebanyakan dari mereka tidak tahan dengan perilaku Bona yang selalu berlarian tanpa henti, membuat berantakan seluruh mainan tanpa menggunakannya untuk bermain (hanya dilempar-lempar kemana saja), sering memukul dan menendang tanpa alasan bahkan terkadang saat memegang benda juga digunakan untuk melempar atau memukul, makan sambil berlarian dan berantakan seluruh makanannya, tidak memperhatikan jika diberitahu sesuatu, suka berteriak-teriak kasar, dan membanting benda-benda terutama jika permintaannya tidak segera dipenuhi.
Orang tua Bona sering merasa tidak nyaman dan serba salah dengan tetangga karena hampir setiap hari ada saja tetangga yang mengadu tentang perilaku Bona kepada anak-anak mereka. Perilaku Bona yang merebut mainan temannya hingga rusak, Bona yang memukul temannya hingga benjol, Bona yang melempar-lempar batu mengenai kaca tetangga, sampai Bona yang memanjat pagar tetangga dan merusakkan tanaman hias mereka, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Sementara itu guru di sekolah juga sering sekali menyampaikan keluhan tentang perilaku Bona di sekolah, bahkan Bona beberapa kali diantarkan pulang guru sebelum waktunya. Di sekolah, Bona terlihat kesulitan mengikuti proses belajar karena dia selalu saja berlari dan sulit sekali diminta duduk di kursinya. Guru dan teman-teman lain merasa terganggu karena setiap kali Bona diminta duduk, beberapa detik kemudian sudah berlari-lari lagi keliling ruang kelas sambil mengganggu temannya atau sampai keluar kelas. Ketika teman-temannya belajar mewarnai atau menggambar maka Bona akan meninggalkan kertas gambarnya dalam keadaan kosong atau dengan sedikit coretan yang terlihat asal-asalan. Bona juga sulit sekali diminta melakukan sesuatu oleh gurunya karena setiap kali gurunya berbicara, Bona tidak tahan mendengarkannya sampai selesai. Juga ketika guru mengajukan pertanyaan, terkadang Bona berteriak menjawab meski pertanyaan belum selesai, dan akhirnya jawabannya pun tidak tepat. Beberapa waktu terakhir bahkan gurunya secara implisit menyatakan bahwa Bona sebaiknya di pindah ke sekolah lain yang dapat menanganinya dengan lebih baik karena guru-guru di sekolahnya yang sekarang sudah kewalahan. Orang tuanya bingung sekali dengan kondisi ini sehingga merasa perlu minta bantuan tenaga terapis anak untuk membantu. Mengingat bahwa Bona adalah anak tunggal dan efek dari perilakunya sudah dipandang meresahkan maka ibunya berniat cuti selama beberapa bulan dari pekerjaannya untuk mengatasi masalah anaknya ini.

PROSES TATA LAKSANA PERILAKU BAGI BONA
A. TARGET PERILAKU
Mengingat usia Bona yang 5 tahun dimana kebutuhan sosialisasinya dengan teman sebaya sudah cukup tinggi dan hampir memasuki usia sekolah, sementara Bona masih memiliki masalah dalam memusatkan perhatian dan hiperaktivitas-impulsivitas, maka beberapa perilaku yang menjadi target dalam perubahan perilaku ini adalah:
1. Mampu membereskan mainan dan barang-barang milik Bona sendiri.
2. Mendengarkan orang lain bicara sampai selesai.
3. Mengerjakan aktivitas sampai selesai.
Karena program ini berbasis pada sistem aturan maka perilaku yang menjadi target dapat beberapa (tidak hanya satu) dengan catatan setiap target perilaku akan dibuatkan aturan yang detil dan jelas tentang perilaku yang diharapkan dan tidak diharapkan (dalam program yang direncanakan).

B. RENCANA WAKTU
Waktu yang direncanakan adalah 6 bulan, mengingat bahwa selama waktu itu ibunya akan cuti dari kantor dan dapat secara penuh terlibat dalam program ini untuk terus berada di samping Bona. Waktu 6 bulan ini akan dibagi dalam beberapa tahap untuk memudahkan proses monitoring dan evaluasi.
Tahap pertama adalah training yang dilaksanakan oleh terapis bagi orang tua Bona untuk melatih mereka agar dapat menciptakan aturan dan mengelola program di rumah. Training ini dilakukan selama 1 minggu dilanjutkan dengan membuat program.
Minggu kedua orang tua Bona mulai membuat aturan-aturan yang harus dipatuhi Bona di rumah dengan kontrol dari seluruh warga rumah termasuk pembantu. Jadi seluruh aturan ini secara detil dan jelas disosialisasikan kepada semua orang di rumah. Untuk memudahkan sosialisasi, orang tua Bona menempelkan aturan-aturan tersebut di beberapa tempat di dinding rumah.
Sejalan dengan sosialisasi maka aturan mulai dijalankan dengan monitoring setiap saat oleh ibunya Bona dibantu siapa saja yang di rumah. Evaluasi dilakukan oleh orang tua bersama pembantu setiap hari dan oleh orang tua bersama terapis setiap akhir minggu.

C. PELAKSANA PROGRAM
Program ini dilaksanakan oleh Ibu Bona sebagai manajer program dibantu oleh seluruh anggota keluarga dengan didampingi terapis anak sebagai pemandu program dan nara sumber proses.

D. PROGRAM YANG DIRENCANAKAN
Berdasarkan target perilaku tersebut di bagian A maka dibuatlah aturan-aturan yang detil tentang perilaku yang diharapkan dan tidak diharapkan dari Bona, yaitu:
1. Membereskan mainan dan barang milik Bona sendiri.
Aturan:
a. Memasukkan pensil, penghapus, dan buku ke tas setelah digunakan. (Tidak meninggalkan pensil, penghapus, dan buku di meja belajar, meja tamu, atau di ruang lain)
b. Mengembalikan mainan ke wadahnya setelah digunakan. (Tidak melempar-lempar mainan jika tidak digunakan. Jika melempar-lempar maka harus mengambil kembali dan dikembalikan ke wadahnya.)
2. Mendengarkan orang lain bicara sampai selesai.
Aturan:
a. Menunggu Bapak, Ibu, pembantu, atau teman selesai ketika sedang berbicara tanpa memotong.
b. Tidak pergi ketika Bapak, Ibu, teman, atau pembantu sedang berbicara kepada Bona.
c. Menjawab pertanyaan Bapak, Ibu, teman, atau pembantu jika sudah selesai diucapkan. (Tidak menjawab pertanyaan sebelum selesai.)
d. Menatap wajah Bapak, Ibu, teman, atau pembantu yang sedang berbicara kepada Bona. (Tidak memalingkan muka ketika diajak berbicara.)
3. Mengerjakan aktivitas sampai selesai.
Aturan:
a. Memasang-masang mainan lego sampai berbentuk sesuatu baru dilepas kembali. (Tidak berganti mainan sebelum selesai dimainkan.)
b. Menggambar sampai selesai. (Tidak berganti kertas gambar atau meninggalkannya sebelum gambar selesai dibuat.)
c. Mewarnai bentuk sampai selesai baru berganti kertas.
d. Makan sambil duduk sampai selesai. (Tidak makan sambil berlari-lari keluar rumah.)
Keseluruhan aturan ini disampaikan kepada Bona dengan jelas dan harus yakin bahwa Bona mengerti dengan jelas yang dimaksud dengan aturan ini. Aturan ini kemudian ditulis besar-besar dan ditempel di beberapa bagian rumah, seperti di kamar Bona, ruang bermain, dan dapur untuk selalu mengingatkan orang tua dan pembantu agar terus mendorong pelaksanaan aturan tersebut secara konsisten.

E. EVALUASI PROGRAM
Program bagi Bona ini akan selalu dievaluasi dan dimonitor menggunakan lembar evaluasi dan lembar monitoring yang dibuat saat perencanaan program (contoh lembar evaluasi dan lembar monitoring terlampir). Evaluasi dan monitoring dilakukan ibu Bona sebagai manajer program dan secara berkala akan didiskusikan bersama terapis untuk melihat efektivitas dan kemajuan program.

sumber:
- http://www.untukku.com/artikel-untukku/penerapan-terapi-%E2%80%9Cback-in-control-bic%E2%80%9D-pada-anak-adhd-attention-deficits-hiperactivity-disorder-untukku.html

SIMTOM ADHD

SIMTOM

Gejala diagnosa bila 6 gejala atau lebih menetap minimal selama 6 bulan atau lebih yang berpengaruh pada tingkat perkembangan mental;

1) Gejala gangguan tipe atensi

a) Sulit berkonsentrasi, mengorganisir tugas, atau mempersiapkan peralatan untuk tugas
b) Mudah terpengaruh atau kehilangan konsentrasi bila ada faktor gangguan atau suara
c) Tidak mampu berkonsentrasi pada hal-hal detil atau mengikuti instruksi
d) Sering membuat kesalahan pada tugas disekolah atau aktivitas tertentu
e) Gagal dalam menyelesaikan tugas-tugas penting di sekolah
f) Mudah lupa
g) Seperti tidak menyimak pembicaraan, terlihat lesu atau kurang bergairah dan sering melamun


2) Gejala gangguan tipe hiperaktif-kompulsif

a) Selalu terlihat aktif, ingin melakukan sesuatu
b) Gelisah, selalu melipat tangan atau kakinya ketika duduk
c) Tidak bisa diam, selalu ingin bergerak
d) Pada anak relatif kecil suka berlari, melompat dan memanjat secara konstan
e) Berbicara setiap waktu
f) Langsung menjawab sebelum pertanyaan selesai diajukan
g) Tidak sabar dalam menunggu giliran
h) Suka menyeletuk pembicaraan orang lain


3) Tipe kombinasi antara gangguan atensi dan hiperaktif-kompulsif


Setiap anak yang diduga mengidap gangguan ADHD haruslah hati-hati dalam kesimpulan diagnosa, karena simtom yang ada bisa saja menyerupai seperti gangguan ADHD akan tetapi sebenarnya anak tersebut bisa saja dalam kondisi medis tertentu, atau dalam situasi stress yang dapat mempengaruhi perilakunya menyerupai gangguan ADHD. Oleh sebab itu kondisi tersebut haruslah didiagnosa oleh tenaga profesional yang sudah berpengalaman dibidangnya.

Dalam melakukan diagnosa, tenaga profesional (bahkan terlibat beberapa bidang ahli di dalamnya seperti; psikiater, psikolog, dokter anak, neurologis, tenaga sosial) akan melakukan assessment secara klinis dengan melihat akademik dan situasi sosial anak, fungsi emosi dan kemampuan dalam perkembangan.

sumber:
- http://www.pikirdong.org/psikologi/psi60adhd-an.php

ADHD Pada Anak-anak

Tanda-tanda adanya gangguan ADHD sebenarnya sudah dapat dideteksi sejak anak masa pra sekolah. Kurangnya atensi, hiperaktif dan kompulsif merupakan tanda-tanda yang langsung dapat ditangkap adanya gangguan pada anak, misalnya saja anak tidak suka atau kehilangan minat untuk bermain, berlari kesana-kemari dan tidak dapat mengontrol keinginannya untuk menyentuh benda-benda disekitarnya. Bila orangtua menangkap gejala tersebut seharusnya segeralah membawa anaknya ke dokter anak atau psikolog. Penangan secara dini akan memberikan kontribusi perilaku yang lebih baik ketika anak memasuki tahap perkembangan selanjutnya.

Gangguan hiperaktif-kompulsif mungkin secara langsung bisa terlihat pada perilaku anak, namun tidak pada tipe gangguan atensi, anak terlihat dapat bekerjasama dengan orang sekitarnya, sehingga tipe ini kadang terabaikan secara kasat mata.

Untuk mendiagnosa secara tepat, tenaga profesional biasanya akan mengumpulkan data-data secara lengkap untuk memutuskan diagnosis apakah anak tersebut mengidap gangguan ADHD atau tidak, data tersebut berupa;
- latar belakang keluarga anak
- Kemungkinan gangguan pendengaran
- Ketidakmampuan belajar
- Kecemasan dan depresi
- Pengaruh obat-obatan sebelumnya yang memungkinkan terjadinya gangguan otak
- Kondisi fisik seperti kondisi lobus frontal
- Test psikologi (adaptasi sosial, kesehatan mental, test intelligensi, dan test prestasi)
- Situasi-situasi pencetus stress pada anak

Beberapa test lainnya dapat diberikan oleh terapis berupa tes kemampuan membaca, pemecahan matematika, atau beberapa papan permainan. Tenaga profesional kadang juga perlu melakukan obervasi secara langsung dalam kehidupan sang anak. Bila ditemukan adanya gangguan ADHD secara pasti, tenaga ahli akan membicarakan masalah ini kepada gurunya di sekolah, guru juga akan dilibatkan dalam mendiagnosa gangguan tersebut, biasanya guru akan diberikan sebuah form evaluasi (behavior rating scales) perilaku anak untuk diisi oleh guru yang bersangkutan.

sumber:
- http://www.pikirdong.org/psikologi/psi60adhd-an.php